Open/Close Menu Akedemik Keperawatan Terbaik Di Indonesia Timur

Sebuah survei menyebutkan, para pasien cenderung menunda kunjungan ke dokter lantaran banyaknya pertanyaan yang diajukan oleh resepsionis di tempat praktik dokter.

Pusat penelitian kanker di Inggris mewawancarai hampir 2.000 orang dewasa.

Hasilnya, empat dari 10 orang mengatakan tidak suka harus mendiskusikan penyakit mereka dengan staf di tempat praktik dokter umum saat membuat janji.

Remaja India jalani operasi pengangkatan ‘ekor’ sepanjang 20cm
Gulungan rambut diambil dari perut penderita ‘sindrom Rapunzel’

Banyak dari mereka khawatir hal itu akan membuat kehebohan. Para ahli mengatakan para pasien harus tegas dan tidak memberi jawaban jika mereka memiliki gejala yang akan ditelusuri.

Pemerintah mengatakan mereka mendanai pelatihan untuk membantu para resepsionis di klinik ataupun di rumah sakit untuk belajar bagaimana menjadi peka terhadap kebutuhan para pasien.
Pertanyaan yang menyelidiki

Resepsionis merupakan lini utama di tempat-tempat praktek dokter umum dan tugas mereka adalah memutuskan pasien-pasien mana saja yang harus bertemu dokter dan seberapa mendesak kepentingannya.

Resepsionis melakukan pekerjaan yang penting, namun menurut para pasien, mengungkapkan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan resepsionis membuat mereka menunda untuk berobat ke dokter.

Dalam survei disebutkan tiga hambatan yang membuat pasien menunda untuk membuat janji dengan dokter:

kesulitan membuat janji dengan dokter tertentu (41,8%)
kesulitan mendapatkan janji pada waktu yang tepat (41,5%)
tidak suka karena harus berbicara dengan resepsionis dokter spesialis tentang gejala-gejala penyakit (39,5%)

Sekitar sepertiga dari pasien yang diwawancarai juga khawatir bahwa mereka mungkin dipandang negatif, sebagai tipe orang yang membuat kehebohan, sebut hasil survei Journal of Public Health.
Hak atas foto JACKF I THINKSTOCK
Image caption Para pasien merasa tidak nyaman memberitahu gejala-gejala yang mereka alami.

Peneliti utama Dr Jodie Moffat mendesak kalangan yang memiliki gejala-gejala tertentu untuk “segera mengambil keputusan” dan mencari bantuan daripada harus diam dan menderita.

“Jangan biarkan kunjungan Anda ke dokter tertunda. Buatlah janji,” katanya.

“Anda harus tegas. Saya tahu lebih mudah bicara daripada bertindak. Tapi, jelas itu merupakan sebuah tanda baru atau gejala, atau sesuatu yang tertunda atau memburuk dari waktu ke waktu, perlu diperiksa oleh dokter umum.”

Gejala-gejala mengkhawatirkan yang memerlukan pertimbangan medis meliputi pendarahan, batuk yang terus-menerus, perubahan kebiasaan buang air besar dan benjolan yang tidak dapat dijelaskan atau pembengkakan.
Tanggung jawab resepsionis

Dr Moffat mengatakan, “Jika Anda merasa sulit, Anda bisa meminta bantuan teman atau saudara untuk membuat janji dengan dokter. Atau dengan cara daring. Sekarang banyak dokter-dokter bedah yang melayani janji secara daring.

Profesor Elizabeth Stokoe, dari Loughborough University, baru-baru ini melakukan studi yang mendengarkan dengan percakapan para pasien dan resepsionis dokter umum.

Ia menemukan pasien-pasien ini sering didesak untuk segera menjawab pertanyaan yang diajukan oleh resepsionis.

“Resepsionis bertanggung jawab untuk memberikan seluruh informasi, namun dalam hal ini para pasien seringkali dipaksa untuk menjawab. Jika mereka tidak didesak maka mereka tidak mendapatkan layanan sama sekali atau mereka harus berupaya agar keluhannya didengar,” kata Stokoe.
Berjalan lancar

Dr Maureen Baker, ketua Ikatan Dokter Umum Inggris, mengatakan, para dokter memahami bahwa pasien akan lebih memilih untuk berbicara langsung kepada mereka tentang kesehatan mereka, terutama ketika itu adalah sesuatu yang sensitif atau memalukan, tetapi tidak selalu mungkin.

” Para resepsionis dokter umum harus menjamin kelancaran praktek dan melakukan yang terbaik untuk membantu pasien berobat ke dokter tertentu pada waktu tepat,” katanya.

“Namun, penting untuk diingat bahwa para resepsionis itu bukan ahli kesehatan, dan mereka tidak dalam posisi untuk membuat keputusan tentang kesehatan pasien kami.”

Awal tahun ini, badan layanan kesehatan Inggris, NHS mengumumkan pendanaan baru untuk pelatihan para resepsionis pelatihan, di antara pelatihan lainnya.

Lembaga General Practice Forward View akan menggelontorkan dana pertamanya sebesar £5 juta (atau sekitar Rp80 miliar ) dari total £45 juta (sekitar Rp720 miliar) untuk pelatihan pada musim gugur ini.

CategoryKesehatan

© 2018 - Develop by Muh-ilham

       

X